Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Aceh mencatat bahwa sekitar 30,7 ribu hektar tambak rakyat mengalami kerusakan karena banjir bandang di wilayah tersebut. Kerusakan terjadi di delapan dari 23 kabupaten kota di Provinsi Aceh, dengan Kabupaten Aceh Utara menjadi yang terluas dengan 10,6 ribu hektar tambak rakyat rusak. Beberapa kabupaten lain yang juga mengalami kerusakan tambak rakyat antara lain Aceh Timur, Bireuen, Aceh Tamiang, Pidie, Pidie Jaya, Langsa, Lhokseumawe, dan Aceh Barat.
Selain tambak, saluran air ke tambak juga mengalami kerusakan dengan total panjang saluran yang rusak mencapai 629 kilometer. Kabupaten Aceh Utara dan Bireuen merupakan kabupaten dengan saluran terpanjang yang rusak. Rencananya, tambak rakyat yang rusak akan direhabilitasi dalam waktu tiga tahun setelah data kerusakan divalidasi ulang. Ini merupakan upaya untuk memulihkan sektor perikanan di Provinsi Aceh setelah terkena dampak bencana alam tersebut.
