Sunday, October 11, 2026

Kerja Sama UIN Ar-Raniry Aceh dan Lembaga Kesehatan Jiwa Eropa

Share

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh Jajaki Kerja Sama dengan Kesmenesia dan Ruanita Indonesia

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan Kesmenesia serta Ruanita Indonesia berpotensi menjalin kerja sama untuk pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian di bidang kesehatan jiwa. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi akademik hingga tingkat internasional.

Hubungan Kesmenesia dan Ruanita Indonesia dalam Menangani Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia di Luar Negeri

Kesmenesia merupakan jaringan tenaga kesehatan mental asal Indonesia yang beroperasi di Eropa, termasuk psikolog dan perawat jiwa. Sementara Ruanita Indonesia fokus pada pendampingan dan dukungan sosial bagi masyarakat Indonesia di berbagai negara, terutama perempuan. Kedua lembaga ini memiliki pengalaman dan jaringan yang dapat memberikan kontribusi berharga dalam pemahaman isu kesehatan mental masyarakat Indonesia.

Dekan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Prof Dr Muslim, menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dengan orientasi internasional. Beberapa program telah dibicarakan dalam pertemuan daring antara pihak fakultas psikologi dan kedua lembaga tersebut, termasuk studi banding, kuliah pakar, dan pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi mahasiswa dan dosen.

Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai Bagian dari Kerja Sama

Selain itu, kolaborasi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian yang ditekankan dalam kerja sama ini. Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry juga mempertimbangkan melibatkan organisasi mahasiswa dalam kegiatan bersama dengan Kesmenesia dan Ruanita Indonesia.

Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki kedua lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, mahasiswa dan dosen tidak hanya belajar dari teori di kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dari praktisi lapangan dan masyarakat yang mereka layani.

Salah satu rencana yang telah dibahas adalah penyelenggaraan seminar internasional untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia pada 10 Oktober 2026. Kegiatan ini akan melibatkan pembicara dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang kesehatan jiwa.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh, Dr Barmawi, juga memberikan dukungannya terhadap kerja sama tersebut, terutama dalam memastikan standar keilmuan dan etika profesi psikologi tetap terjaga.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru