Keamanan iPhone kembali dipertanyakan dengan munculnya DarkSword, sebuah eksploit canggih yang dapat meretas perangkat hanya dengan membuka satu website berbahaya. Peneliti keamanan dari Google telah mengidentifikasi DarkSword sebagai serangkaian eksploit yang memanfaatkan enam celah keamanan di iOS dan Safari. Serangan ini menargetkan iPhone yang menjalankan sistem operasi iOS 18.4 hingga iOS 18.7, dan telah digunakan sejak akhir 2025 dalam berbagai operasi siber yang terarah.
Keistimewaan dari ancaman DarkSword adalah pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi atau file tertentu. Hanya dengan mengunjungi situs web yang sudah disusupi atau berbahaya, perangkat bisa langsung terinfeksi—sebuah taktik yang dikenal dengan drive-by attack. DarkSword telah digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan spyware komersial hingga aktor negara, dengan kampanye serangan yang tercatat di Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina. Situasi ini memperlihatkan kerentanan pada keamanan iPhone dan pentingnya untuk selalu waspada terhadap ancaman eksploitasi yang terus berkembang.
