Sunday, October 11, 2026

Kelompok Wanita Tani Aceh Besar: Janeng Menjadi Produk Pangan

Share

Kelompok Wanita Tani di Aceh Besar Manfaatkan Potensi Pangan Lokal dengan Janeng

Sebuah inisiatif menarik datang dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera di Gampong Luthu Lamweu, Aceh Besar. Mereka mengembangkan buah janeng menjadi berbagai produk pangan bernilai guna untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal di daerah tersebut.

Pengolahan Janeng Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi, mengungkapkan bahwa pengolahan pangan lokal seperti janeng menjadi dodol, mi, dan tepung merupakan langkah inovatif yang tidak hanya baik untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Hal ini sejalan dengan program Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang sedang dicanangkan oleh pemerintah.

Satria Jaya, Pendamping KWT Sejahtera di Gampong Luthu Lamweu, menjelaskan bahwa selama periode Juli hingga September 2026, kelompok telah melakukan proses pengolahan janeng dengan bantuan mesin pencincang dan mesin press dari Badan Pangan Nasional. Dengan bantuan teknologi ini, produksi buah janeng menjadi produk siap jual dapat dipercepat secara signifikan.

Potensi Ekonomi Lokal dan Dukungan Pemerintah Gampong

Kecik (Kepala Desa) Gampong Luthu Lamweu, Jafaruddin, menyatakan dukungan penuh dari pemerintah gampong terhadap upaya KWT Sejahtera dalam mengembangkan potensi pangan lokal melalui janeng. Diharapkan bahwa produk olahan janeng ini dapat menjadi salah satu unggulan gampong dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi warga setempat.

Selain dodol dan mi, KWT Sejahtera juga telah berhasil mengembangkan produk mi berbahan tepung janeng yang telah mulai dipasarkan dan menghasilkan omzet penjualan yang menggembirakan. Ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan pangan lokal dapat membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Upaya ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal yang ada dan memberikan kontribusi dalam upaya mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru