Banda Aceh – Kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak atau daycare di Kota Banda Aceh dan Yogyakarta telah mencuat belakangan ini, mengguncang banyak orang. Para ahli pendidikan anak usia dini menekankan bahwa ini merupakan alarm keras yang perlu segera kita tangani.
Psikolog Anak: Dampak Kekerasan Tersebut Tidak Bisa Dianggap Sepele
Menurut Psikolog Anak Wenny Aidina, kekerasan terhadap anak usia dini memiliki dampak serius. Lingkungan sekitar anak, termasuk daycare, merupakan tempat pertama di mana anak belajar tentang dunia nyata. Pengalaman yang mereka dapatkan akan menjadi core memory sejak kecil yang dapat memengaruhi perkembangan mereka saat dewasa.
Anak yang mengalami kekerasan berisiko untuk menganggap bahwa menyakiti orang lain adalah hal yang wajar. Dalam jangka pendek, anak bisa menunjukkan perilaku selektif, curiga, bahkan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Sementara jangka panjangnya lebih mengkhawatirkan, karena risiko anak tumbuh dengan perilaku agresif, kesulitan mengatur emosi, atau bahkan menjadi tertutup karena trauma.
Hanya Enam Daycare yang Berizin di Banda Aceh
Yusfaini, pengelola TK IT Annisa Arfah di Banda Aceh, mengungkapkan bahwa dari sekian banyak daycare di kota tersebut, hanya enam yang memiliki izin resmi. Ia menekankan pentingnya legalitas dalam operasional daycare untuk menjamin keamanan anak-anak. Yusfaini juga menegaskan bahwa pihaknya akan langsung memecat pegawai yang terbukti melakukan kekerasan terhadap anak.
Setelah kasus kekerasan di Daycare Baby Preneur terungkap, sejumlah orang tua memindahkan anak mereka ke lembaga Yusfaini. Ia menyayangkan insiden tersebut dan memperketat pengawasan di lembaganya.
Psikolog Anak Menyoroti Problem Sistemik
Psikolog Anak Wenny Aidina menyoroti masalah sistemik di balik kasus kekerasan di daycare. Ia menekankan bahwa banyak pengasuh masuk ke profesi tersebut bukan karena panggilan, melainkan karena tidak ada pilihan lain. Wenny mendesak adanya standar kompetensi yang jelas bagi pengasuh anak serta proses rekrutmen yang lebih ketat.
Perubahan perilaku anak, seperti perubahan pola tidur dan makan, agresivitas yang meningkat, atau bekas memar yang tak wajar, perlu dijadikan perhatian serius oleh orang tua dan pengelola daycare.
