Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memberikan peringatan terkait eksploitasi data masyarakat Indonesia oleh mesin kecerdasan buatan global di Jakarta Selatan. Setiap interaksi yang dilakukan di media sosial sebenarnya digunakan untuk melatih AI milik perusahaan raksasa dunia tanpa memberikan penghasilan kepada penggunanya. Nilai ekonomi dari data digital tersebut terbang ke luar negeri, meninggalkan pembuatnya tanpa royalti. Nezar mengungkapkan fakta ini dalam acara Indonesia-Finland Roundtable on Data Sovereignty and Cyber Resilience di Jakarta Selatan. Data yang sebelumnya dipahami hanya sebagai informasi pribadi, kini telah menjadi bahan baku utama bagi pengembangan teknologi AI. Platform global seperti Google, Meta, dan TikTok mengumpulkan dan memproses data dalam skala besar untuk pengembangan teknologi berbasis big data dan kecerdasan buatan.
Share
Berita Lainnya
