Sunday, March 15, 2026

Isolasi di Aceh Tengah: 24 Desa Terisolir

Share

Sebanyak 24 desa/gampong di Kabupaten Aceh Tengah masih terisolir akibat banjir bandang dan longsor yang melanda daerah tersebut pada 26 November 2025, menurut Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menunjukkan bahwa wilayah yang masih terisolir terdapat di beberapa Kecamatan seperti Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Desa-desa tersebut belum bisa diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat karena jalan tertutup longsor atau jembatan putus. Timbunan longsor dan putusnya beberapa jembatan juga menjadi alasan utama mengapa desa-desa tersebut masih terisolir.

Di Kecamatan Bintang, Desa Serule menjadi desa yang terisolir dengan jumlah penduduk terdampak mencapai 582 jiwa. Sementara di Kecamatan Ketol, terdapat beberapa desa seperti Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah yang terdampak, dengan total penduduk mencapai 4.951 jiwa. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara. Meskipun sebagian desa sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat masih belum bisa melintas.

Keterisolasian juga terjadi di Kecamatan Linge, dengan desa-desa seperti Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang masih terisolir dan total penduduk terdampak mencapai 2.362 jiwa. Pemerintah terus berupaya membuka akses ke wilayah-wilayah yang terisolir, baik melalui pembukaan jalur darat sementara maupun perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Tujuannya adalah untuk memastikan akses masyarakat kembali normal di desa-desa yang masih terisolir. Langkah penanganan darurat dan pemulihan akses terus dilakukan secara bertahap guna mendukung proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru