Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menimbulkan kontroversi setelah mendapat centang biru berbayar di platform X milik Elon Musk di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran pada awal tahun 2026. Saat negaranya diserang oleh rudal Amerika Serikat, Khamenei justru memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan perlawanan. Mojtaba Khamenei yang baru saja menjadi pemimpin Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pada hari pertama perang. Ia secara terbuka menggunakan akun X (sebelumnya Twitter) dengan centang biru dan nama pengguna @Rahbarenghelab_ untuk memposting ancamannya terhadap AS dan Israel. Kehadiran digitalnya di platform media sosial menjadi strategis dalam mengontrol narratif perang dan memenangkan simpati rakyat Iran. Bagi Khamenei, menguasai narasi online sama pentingnya dengan kemenangan di medan perang.
Share
Berita Lainnya
