DPMPTSP Kabupaten Aceh Barat Mencatat Investasi Dominan di Sektor Pertambangan
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat mencatat investasi sektor pertambangan di daerah ini mencapai Rp363 miliar dari total investasi tahun 2025 sebesar Rp764,79 miliar. Sektor pertambangan masih menjadi motor utama penggerak ekonomi dengan kontribusi sebesar 47,5 persen.
Selain itu, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan juga memiliki kontribusi yang signifikan sebesar Rp158 miliar atau sekitar 20,8 persen. Wilayah dengan nilai investasi tertinggi adalah Kecamatan Meureubo dengan mencapai Rp378 miliar, diikuti oleh Kecamatan Panton Reue dan Kecamatan Woyla dengan nilai investasi di atas Rp100 miliar.
Distribusi investasi per triwulan di tahun 2025 di Kabupaten Aceh Barat mencapai puncak realisasi pada triwulan ketiga sebesar Rp359,6 miliar. DPMPTSP Aceh Barat berkomitmen untuk mengoptimalkan digitalisasi layanan dengan target 100 persen perizinan diproses secara online melalui sistem OSS, SICANTIK, dan SIMBG.
Inovasi layanan seperti Klik n Kring, Hiling, Layanan SILOPer, dan B’Invest Anywhere terus dijalankan untuk memudahkan masyarakat dalam proses perizinan dan investasi. Selama tahun 2025, DPMPTSP Aceh Barat berhasil mengelola anggaran sebesar Rp5,88 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 95,15 persen.
Jumlah laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) di Kabupaten Aceh Barat juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 37 persen dengan total 1.191 laporan yang masuk. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang transparan, mudah diakses, dan memberikan dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
