Thursday, April 16, 2026

Inspirasi Penyintas Banjir di Aceh Tamiang pada Momentum Ramadhan

Share

Para penyintas banjir di Kabupaten Aceh mulai bangkit pada momentum bulan suci Ramadhan, di mana para pelaku UMKM di sana sudah memadati kawasan pusat pemerintahan setempat di Karang Baru untuk berjualan takjil. Salah seorang warga Desa Kebun Tanah yang menjual takjil Ramadhan, Yanti, menegaskan pentingnya usaha meskipun rumahnya masih dalam kondisi berantakan setelah banjir. Ia menggunakan modal pribadi untuk berjualan tanpa bantuan modal dari pemerintah. Dengan harapan proses verifikasi data segera rampung agar bantuan rehabilitasi dapat diterima sebelum Idul Fitri pada Maret 2026 mendatang. Yanti berharap pemerintah dapat adil dalam menyalurkan bantuan untuk membeli perlengkapan rumah dan kebutuhan sekolah anak.

Penyintas lainnya, Marfuah, yang berjualan es buah dan jajanan dengan omzet mencapai Rp300-750 ribu per hari, juga mengungkapkan kekhawatiran terkait proses pendataan rumah yang berjalan lambat. Dia berharap momentum Ramadhan ini benar-benar menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Aceh Tamiang untuk mempercepat distribusi bantuan sosial dan dana renovasi rumah mengingat kebutuhan hidup yang meningkat menjelang lebaran. Marfuah mengungkapkan kekhawatiran status rumahnya yang semula rusak sedang bisa berubah menjadi rusak ringan jika tidak ditangani dengan segera.

Kisah para penyintas banjir di Aceh Tamiang menjadi sorotan dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah ini. Semua berharap agar bantuan dari pemerintah dapat diterima dengan cepat dan adil serta semoga mereka dapat pulih dari musibah banjir yang melanda. Semua ini menjadi titik fokus dari perjuangan mereka untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan meskipun dalam kesulitan, tetapi semangat untuk tetap berusaha dan berdoa sangat kuat. Semoga keadaan menjadi lebih baik dan bantuan dapat segera tiba untuk meringankan beban mereka.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru