Tuesday, March 10, 2026

Inovasi Samera: Risiko Banjir Tereduksi dengan Riset Elevasi Lahan

Share

Pada awal tahun 2026, beberapa kota di Indonesia mengalami banjir akibat curah hujan yang lebat, meningkatkan kekhawatiran akan risiko banjir. Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah dengan sistem drainase yang kurang memadai atau terletak di dataran rendah. Data dari BNPB menunjukkan bahwa banjir tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga membahayakan kesehatan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Adi Ming E, Chairman Samera Group, menyatakan dalam sebuah wawancara media di Medan bahwa saat ini konsumen semakin memperhatikan faktor keamanan kawasan saat memilih hunian, khususnya terkait dengan risiko banjir. Samera Group telah secara konsisten mengusung konsep Perumahan Bebas Banjir sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, bukan sekadar sebagai strategi pemasaran belaka.

Adi Ming E menegaskan bahwa isu banjir bukanlah hal yang sepele bagi masyarakat. Oleh karena itu, sejak awal perencanaan, setiap kawasan yang dikembangkan oleh Samera Group dirancang dengan kajian teknis yang matang. Dari pemilihan elevasi lahan hingga pembangunan sistem drainase yang terintegrasi, semua dipertimbangkan secara seksama untuk mengurangi risiko banjir.

Tindakan proaktif Samera Group dalam menghadapi risiko banjir ini telah mendapat apresiasi dan tanggapan positif dari masyarakat. Keamanan kawasan dan pemilihan lokasi yang tepat merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh pengembang properti seperti Samera Group dalam upaya memberikan hunian yang aman dan nyaman bagi konsumen.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru