Thursday, April 16, 2026

Industri Jepang Bersiap Bergantung Pada Robot

Share

Di Jepang, kehadiran robot berbasis kecerdasan buatan (AI) bukanlah lagi suatu hal fiksi ilmiah yang mengancam akan mengambil alih pekerjaan manusia. Sebaliknya, robot pintar ini telah berperan sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” yang mengambil alih pekerjaan yang sudah dihindari oleh manusia. Inovasi Physical AI (AI fisik) semakin berkembang pesat di Jepang sebagai tanggapan atas penurunan jumlah penduduk yang telah terjadi selama 14 tahun terakhir hingga tahun 2024.

Dengan populasi yang terus menyusut, Kelompok usia produktif di Jepang saat ini hanya mencakup 59,6 persen dari total penduduk, dan diperkirakan akan terus menurun hingga mengakibatkan kehilangan hampir 15 juta pekerja dalam 20 tahun ke depan. Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang telah menetapkan target ambisius untuk membangun sektor AI fisik domestik dan menguasai 30 persen pangsa pasar global pada tahun 2040, sebagai upaya menjawab krisis tenaga kerja yang semakin memburuk.

Jepang telah memiliki keunggulan dalam bidang robotika industri, dengan manufaktur mereka menguasai sekitar 70 persen pasar global pada tahun 2022. Negara ini juga telah mengalokasikan dana sebesar USD 6,3 miliar untuk memperkuat kapabilitas AI inti dan mempercepat integrasi robotika di sektor industri. Upaya ini merupakan bagian dari strategi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memastikan bahwa Jepang tetap bersaing dalam era AI dan teknologi yang semakin maju.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru