BLANGKEJEREN – Setelah sukses melaksanakan tarian saman dengan 12.261 penari, kini Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasyim mewacanakan tari saman dunia untuk meredam konflik antar negara. Sebagaimana diketahui tari Saman Gayo Lues sudah lama diakui oleh lembaga dunia UNESCO sebagai warisan dunia tak benda.

Wacana itu disampaikan Ibnu Hasyim, Senin, 14 Agustus 2017 ketika diwawancarai beberapa media nasional usai mencatat rekor Museum Untuk Rekor Indonesia (MURI) tari saman dengan jumlah penari terbanyak.

“Tari saman itu menunjukan kekompakan dan persaudaraan, saling bahu membahu, dan menunjukan bahwa seluruh manusia yang berada di manapun tetap bersaudara,” katanya.

Ibnu Hasyim meminta badan dunia seperti UNESCO bisa memfasilitasi untuk pergelaran tari saman antar negara tersebut. Orang nomor satu di negeri seribu bukit tersebut menilai, dengan tari saman akan mempererat silaturrahmi dan menghindari konflik.

Jika wacana itu direspon UNESCO, Ibnu Hasyim bersedia mengirim pelatih saman dari Gayo Lues ke seluruh dunia untuk melatih tarian kolosal tersebut. “Tidak susah belajar sama, cukup kami kirim DVD yang sudah kami buat, nonton lalu mainkan. Atau kami bisa kirim pelatih saman ke berbagai negara,” lanjutnya.

Kalau wacana itu terwujud nantinya, badan dunia seperti UNESCO tinggal menunjuk di negara mana saman massal antar negara itu akan digelar. “Jika ini terwujud, kekerabatan antar negara akan terjalin. Bila perlu kita adakan bejamu saman antar negara dua hari dua malam seperti di Gayo Lues,” tegasnya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here