Sunday, March 15, 2026

Hati-Hati Jebakan Refund QRIS Palsu Ekspedisi

Share

Modus penipuan daring semakin marak belakangan ini, dengan kedok pengembalian dana atau refund menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan celah psikologis kepanikan konsumen dan minimnya literasi digital untuk menguras saldo rekening dalam hitungan detik. Industri logistik nasional menghadapi tantangan paradoksal dengan meningkatnya volume pengiriman barang seiring digitalisasi ekonomi, namun juga membuka peluang bagi sindikat penipu. Data survei menunjukkan bahwa 26,5 persen masyarakat Indonesia pernah menjadi korban penipuan daring, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan tingkat kerawanan penipuan digital tertinggi di ASEAN.

J&T Cargo meluncurkan kampanye literasi “Jangan Ketipu, Cek Dulu” sebagai benteng pertahanan bagi konsumen. Modus operandi para penipu semakin canggih dengan pendekatan terarah, menyamar sebagai petugas layanan pelanggan (customer service). Evolusi metode kejahatan ini menunjukkan tingkat kecerdikan para pelaku yang semakin meningkat. Bahaya penipuan daring ini perlu diwaspadai oleh semua pihak untuk melindungi diri dan aset mereka.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru