Haflah Takhrij Dayah Insan Qurani 2026: 152 Santri Lulus, 55 Khatam Hafalan 30 Juz
Dayah Insan Qurani kembali menandai akhir perjalanan akademik dan spiritual para santrinya lewat Wisuda Santri Akhir Angkatan X yang digelar di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Kota Banda Aceh, pada 18 April 2026. Momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penegasan bahwa pendidikan di dayah tersebut terus melahirkan generasi yang kuat dalam ilmu, hafalan, dan karakter.
142 Wisudawan Hadir, 55 Santri Tuntaskan Hafalan 30 Juz
Dari total 152 santri yang lulus, sebanyak 142 orang mengikuti prosesi wisuda, terdiri atas 56 santri putra dan 86 santri putri. Di antara para lulusan itu, 55 santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Capaian tersebut menjadi sorotan utama dalam haflah takhrij tahun ini, terlebih empat santri di antaranya, yakni Fikran Hanif, Raziatul Husna, Izza Mushfia, dan Nazwa Aqila, diuji langsung oleh dewan guru hingga memperoleh syahadah.
Prosesi ini menunjukkan bahwa kelulusan di Dayah Insan Qurani tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada ketekunan menjaga hafalan dan ketahanan disiplin selama masa pendidikan. Bagi banyak keluarga, momen tersebut menjadi penanda kerja panjang yang akhirnya terbayar.
80 Persen Wisudawan Lolos ke PTN Lewat Jalur Prestasi
Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustaz Muzakkir Zulkifli, menyampaikan bahwa para lulusan tahun ini tidak hanya menorehkan capaian di dalam dayah, tetapi juga menunjukkan prestasi kuat saat melangkah ke jenjang pendidikan tinggi. Menurutnya, 120 wisudawan atau sekitar 80 persen dari jumlah lulusan berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama pada 2026 melalui jalur undangan dan prestasi.
Ia menegaskan, capaian itu menjadi bukti bahwa santri mampu bersaing di ruang akademik yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas keislaman mereka. Haflah takhrij, kata Muzakkir, adalah titik awal pengabdian, bukan garis akhir perjalanan.
Pesan untuk Alumni: Jaga Hafalan, Akhlak, dan Ukhuwah
Dalam sambutannya, Muzakkir juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga nilai-nilai yang dibawa selama menimba ilmu di dayah. Ia berharap para alumni terus mengembangkan diri, baik dalam ilmu pengetahuan maupun akhlak, sekaligus memberi manfaat di tengah masyarakat. Alumni Dayah Insan Qurani, lanjutnya, telah tersebar dan berkiprah di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintahan hingga lembaga internasional.
Perwakilan wali santri, Munawar Liza Zainal, turut menyampaikan rasa haru sekaligus permohonan maaf atas kekhilafan para santri selama menjalani pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah antaralumni sebagai bagian dari kekuatan jaringan pesantren yang selama ini terbentuk.
Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Dr. Mukhlis, yang hadir mewakili, memberikan apresiasi atas perkembangan pesat Dayah Insan Qurani. Ia mengingatkan para lulusan untuk tidak hanya mempertahankan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari agar ilmu yang diperoleh benar-benar memberi dampak.
Doa bersama menutup rangkaian haflah takhrij tersebut, dengan harapan para alumni mampu membawa nilai-nilai yang mereka pelajari ke tengah masyarakat. Sejak angkatan pertama pada 2017, Dayah Insan Qurani telah melahirkan 251 santri dan alumni yang berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz dan kini tersebar aktif di berbagai bidang kehidupan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
