BANDA ACEH – Investasi di Aceh diperkirakan akan terus mengalami penurunan, seiring masih lemahnya serapan anggaran Pemerintah Aceh. Untuk itu perlu adanya percepatan (aselerasi) serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Wakil Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (ARDINDO) Bidang Distributor dan Keagenan, H Firmandez, Sabtu, 29 Juni 2019.

Pria yang pernah memimpin Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh selama 15 tahun ini menjelaskan, investasi di Aceh pada triwulan pertama tahun 2019 hanya tumbuh sekitar 5,63 persen, lebih rendah dari akhir tahun 2018 yang tumbuh sampai 9,08 persen.

“Investasi hanya memberikan andil sekitar 1,82 persen terhadap pertumbuhan ekonomi di Aceh. Rendahnya serapan APBA ikut mempengaruhi penurunan investasi, makanya kita minta Pemerintah Aceh untuk melakukan akselerasi atau percepatan serapan anggaran,” tegas anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

H Firmandez menambahkan, selain karena lemahnya serapan APBA, penurunan investasi di Aceh juga dipengaruhi oleh masih adanya moderasi investasi musiman. Perlambatan pertumbunan investasi di Aceh diperkirakan akan terus berlanjut jika realisasi dana serapan APBA tidak dipercepat.

“Percepatan realisasi APBA juga penting untuk menghindari sisa lebih pengunaan anggaran alias Silpa di akhir tahun. Kita tak ingin Silpa APBA yang mencapai Rp 1,6 triliun di tahun 2019, kembali terulang. Makanya akselerasi APBA itu harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh,” pungkasnya.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here