BANDA ACEH – Provinsi Aceh sebagai daerah yang memberlakukan Syariat Islam harus menjadi kiblat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Hal itu bisa dilakukan dengan memperbanyak event-event tentang ekonomi syariah, serta memperanyak produk-produk industri syariah dan infastruktur pariwisata berbasis syariah.

Menurut H Firmandez, Aceh mempunyai potensi besar untuk pengembagan ekonomi syariah. Asalkan dilakukan dengan serius dan terencana dengan baik, mulai dari memperkuat sinergi kebijakan antara otoritas dengan pemerintah dan stakeholders lainnya, memperkuat permodalan ke sektor ekonomi syariah dan skala usahanya.

“Yang tak kalah penting adalah memperbaiki efisiensi dan struktur dana dan program untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di Aceh. Aceh harus menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah, sehingga penerapan syariat Islam di Aceh dalam bidang ekonomi benar-benar jalan,” ujar anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

H Firmandez menambahkan, secara nasional pemerintah juga tengah berupaya untuk melakukan penguatan pengembangan ekonomi syariah, melalui berbagai sarasehan nasional ekonomi ke pesantren-pesantren.

“Secara nasional pemerintah berupaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai center of excellence pengembangan ekonomi dan keuangan syariah global, meningkatkan kerjasama yang lebih luas dengan lembaga internasional, dan menjadikan Indonesia sebagai pusat halal value chain dunia melalui penguatan outlet pasar global untuk produk-produk halal dunia. Ini yang juga harus disambut dan dilaksanakan di Aceh sebagai daerah bersyariat Islam,” lanjut Wakil Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan dan Industri Indonesia (Ardindo) tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menambahkan di tingkat nasional ada Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dipimpin langsung oleh presiden. Aceh juga harus membentuk lembaga sejenis untuk mendukung upaya-upaya pengembangan ekonomi syariah, karena potensi ekonomi syariah di Aceh sangatlah besar.

“Produk dan industri keuangan syariah di Aceh harus terus diperkuat, baik itu di lembaga keuangan dan perbankannya, industry pariwisata syariah, sampai kuliner dan fashion, agar Aceh bisa menjadi kiblat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” harap H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here