JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI asal Aceh, H Firmandez meminta kepada pemerintah daerah di Aceh untuk aktif mengusulkan penambahan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat.

Pasalnya, tahun 2019 pemerintah telah memprogramkan tambahan 78.216 Sambungan Rumah (SR) setelah sebelumnya pada tahun 2018 sebanyak 89.906 SR. “Pemerintah kabupaten/kota di Aceh kita minta untuk aktif mengusulkan ke pemerintah, agar menerima jatah dari quota tambahan itu. Yang saya tahu baru Bupati Aceh Tamiang yang sudah mengusulkannya, dan kita akan perjuangkan di kementerian,” ungkap H Firmandez, Jumat, 3 Mei 2019.

H Firmandez menambahkan, pihaknya di Komisi VII DPR RI yang membidangi urusan energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup, terus berkomitmen mendukung penambahan Jargas tersebut, karena sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Pemerintah daerah harus lebih aktif menjemput bola, karena program jarga sini bisa mengurangi biaya atau pengeluaran masyarakat dalam memperoleh gas, sebab jaringan gas langsung terhubung ke rumah, tidak lagi harus antri di pangkalan,” lanjut H Firmandez.

Selain itu kata H Firmandez, Jargas merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan pemerintah melalui Pertamina dan Peusahaan Gas Negara (PSN). Sebelumnya di Aceh pada 15 Maret 2019 lalu, Jargas sudah disambung untuk 2.000 rumah di Gampong Meunasah Mesjid, Cunda, Uten Kot dan Panggoi, Kota Lhokseumawe.

“Jargas ini penting untuk memenuhi kebutuhan energi yang bersih, efesien, murah dan ramah lingkungan. Jadi, pemerintah daerah di Aceh harus aktif, membuat usulan ke Pemerintah Pusat melalui kementerian ESDM agar mendapat jatah tambahan tersebut, semoga tahun-tahun selanjutnya jatah Jargas untuk rumah tangga di Aceh bisa semakin bertambah,” harap H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here