Sunday, May 17, 2026

Gen Z Iran: Dosa-dosa AS di Seluruh Dunia dengan Video Lego

Share

Gen Z Iran Menggugat AS dan Israel Lewat Video Lego yang Menyindir dan Mengguncang

Di Iran, protes terhadap Amerika Serikat dan Israel tak selalu hadir dalam bentuk orasi atau poster jalanan. Sejumlah kreator muda justru memilih medium yang tak biasa: video animasi bergaya Lego yang memadukan sejarah, satire, dan simbol-simbol politik untuk menyerang kebijakan militer kedua negara itu. Konten-konten ini menyebar luas di X, Telegram, dan YouTube, lalu memancing perhatian karena cara penyampaiannya yang ringan di permukaan, tetapi sarat pesan keras.

Satire, Sejarah, dan Pesan Politik dalam Format Lego

Salah satu kelompok yang paling menonjol adalah Explosive Media, berbasis di Teheran. Dalam salah satu video mereka, ditampilkan gambar penduduk asli Amerika dan warga Afrika-Amerika sebagai korban dari rangkaian peristiwa sejarah, termasuk penjara Abu Ghraib di Irak. Narasi semacam ini memperlihatkan bagaimana video mereka tidak sekadar mengejek lawan politik, tetapi juga mencoba menghubungkan konflik masa kini dengan luka sejarah yang lebih panjang.

Di video lain, tentara Iran digambarkan menempelkan pesan pada rudal, sebuah adegan yang merujuk pada peristiwa jatuhnya pesawat Iran Air Penerbangan 655 pada 1988 yang menewaskan 290 orang. Tim produksi menegaskan bahwa gambar rudal maupun drone yang mereka gunakan hanyalah simbol, bukan ajakan untuk melakukan kekerasan. Namun, meski mereka menyebut kontennya sebagai ekspresi politik dan artistik, akun YouTube mereka tetap dihapus karena dianggap melanggar kebijakan platform.

Generasi Muda di Balik Produksi yang Viral

Para pembuat video ini sebagian besar berasal dari kelompok usia 19 hingga 25 tahun. Mereka bekerja secara independen, tetapi hasil karyanya sempat menarik minat media domestik hingga beberapa konten dibeli untuk ditayangkan. Dengan gaya visual yang menyerupai permainan anak-anak, mereka justru menyampaikan kritik yang tajam terhadap perang, intervensi, dan kebijakan luar negeri AS serta Israel.

Musik, Ulang Kata, dan Sindiran untuk Trump

Selain mengandalkan visual, video-video itu juga memakai musik dan bahasa satir. Salah satu pendekatan yang dipakai adalah pengulangan dan pembalikan pernyataan Donald Trump untuk menyindir kebijakannya terkait Israel. Kombinasi ini membuat pesan mereka terasa lebih mudah menyebar di media sosial, sekaligus memperkuat kesan bahwa protes digital di Iran kini bergerak dengan bahasa generasi muda: cepat, simbolik, dan penuh ironi.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Berita Lainnya

Berita Terbaru