Upaya penyelamatan seekor hiu paus berukuran raksasa yang terdampar di pesisir Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), berakhir gagal. Satwa laut dengan perkiraan bobot sekitar tiga ton itu mati setelah tidak berhasil didorong kembali ke laut.
Panglima Laot Abdya, Teuku Indra Kusuma, mengatakan kondisi hiu tersebut sudah sangat lemah ketika upaya evakuasi dilakukan. Puluhan nelayan bersama tim gabungan berusaha memindahkannya sejak Jumat (25/9), tetapi berat tubuh satwa dan kondisi pantai membuat proses itu tidak berhasil.
“Memang sudah sangat lemah. 30 orang sudah diturunkan untuk mendorong ke laut sejak kemarin, tapi tidak mampu, akhirnya mati,” kata Teuku Indra di Abdya, Sabtu.
Terjebak di lumpur saat air laut surut
Menurut Teuku Indra, bangkai hiu bintang raksasa tersebut masih berada di lokasi awal terdampar. Penanganan bangkai belum dilakukan karena terdapat kendala teknis, sementara ukuran tubuh satwa menyulitkan proses pemindahan dari pesisir.
Sebelum dinyatakan mati, upaya penyelamatan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, tim SAR, serta puluhan nelayan setempat. Mereka berulang kali mencoba mendorong satwa itu menuju laut dalam dengan tenaga manual.
Kepala BPBK Abdya Muhsin sebelumnya menyampaikan bahwa proses penyelamatan telah dilakukan bersama masyarakat nelayan sejak Jumat pagi. Namun, kondisi air laut yang surut drastis menyebabkan hiu tersebut tidak dapat bergerak bebas. Tubuhnya terjebak di lumpur pantai sehingga upaya mengarahkannya kembali ke laut menjadi semakin sulit.
Dalam kondisi tersebut, satwa itu akhirnya kehabisan napas dan mati. Kegagalan evakuasi juga dipengaruhi oleh bobot tubuhnya yang diperkirakan mencapai tiga ton, sehingga dorongan puluhan orang tidak cukup untuk memindahkannya dari area pantai.
Penanganan bangkai belum dipastikan
Hingga berita ini diturunkan, bangkai hiu bintang raksasa masih tertahan di posisi semula. Belum ada keterangan mengenai langkah lanjutan untuk memindahkan atau menangani bangkai tersebut.
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh juga belum memberikan keterangan. Pihak terkait telah dihubungi sejak sehari sebelumnya untuk memperoleh informasi mengenai penanganan satwa itu, tetapi belum ada respons yang disampaikan.
Peristiwa tersebut bermula ketika satwa laut itu ditemukan terdampar di pesisir Gampong Lama Tuha pada Jumat. Nelayan dan tim gabungan kemudian berupaya menyelamatkannya dengan mendorong tubuhnya ke arah laut, tetapi usaha itu terhenti karena air surut, tubuh satwa tertanam di lumpur, dan kondisi fisiknya terus melemah hingga akhirnya mati.
