Monday, March 16, 2026

Fakta Menarik: Penerbangan Luar Angkasa dan Perubahan Otak

Share

Perjalanan ke luar angkasa memberikan dampak berat bagi tubuh manusia, terutama pada otak. Sebuah studi baru menemukan bahwa otak manusia bergeser ke atas dan ke belakang selama berada di luar angkasa. Perubahan ini dirasakan lebih signifikan oleh orang-orang yang menghabiskan waktu yang lebih lama di luar angkasa. Seiring dengan rencana NASA untuk misi luar angkasa yang lebih panjang, temuan ini menjadi semakin relevan.

Gravitasi di Bumi terus menarik cairan tubuh dan otak ke arah pusat Bumi. Namun, di luar angkasa, gaya gravitasi ini hilang, menyebabkan cairan tubuh bergeser ke arah kepala. Hal ini mengakibatkan wajah astronot terlihat bengkak. Dalam kondisi mikrogravitasi, keseimbangan normal otak, cairan serebrospinal, dan jaringan di sekitarnya berubah.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa otak astronot tampak lebih tinggi di dalam tengkorak setelah kembali dari penerbangan luar angkasa. Namun, penelitian terbaru ini lebih fokus pada analisis otak secara detail dari 26 astronot yang berbeda-beda waktu yang dihabiskan di luar angkasa, mulai dari beberapa minggu hingga lebih dari satu tahun. Studi mendalam ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana perubahan lingkungan luar angkasa memengaruhi otak manusia.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru