Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Rute Banda Aceh-Jakarta
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) mengganggu aktivitas penerbangan rute Banda Aceh-Jakarta. General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, mengonfirmasi bahwa 10 penerbangan di Bandara tersebut dibatalkan karena Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik.
Pengaruh Erupsi Anak Krakatau
Rahmat Adil Indrawan menjelaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada penerbangan di beberapa bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Dampaknya, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada tanggal 7 September 2026.
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta berdampak langsung pada penerbangan rute Jakarta-Banda Aceh dan sebaliknya. Inilah yang menyebabkan pembatalan 10 penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.
Koordinasi dan Imbauan kepada Penumpang
Manajemen Bandara Sultan Iskandar Muda terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait untuk memonitor situasi ruang udara. Selain itu, mereka meminta penumpang yang terdampak untuk tidak mendatangi Bandara terlebih dahulu sebelum mendapatkan konfirmasi status penerbangan dari maskapai.
Rahmat juga menekankan pentingnya bagi penumpang untuk terus memperbarui informasi terkait jadwal penerbangan dari maskapai masing-masing. Penyesuaian operasional penerbangan akan dilakukan mengikuti perkembangan kondisi ruang udara dan keputusan otoritas penerbangan.
Dalam situasi seperti ini, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Manajemen Bandara Sultan Iskandar Muda akan terus memberikan informasi terbaru apabila terjadi perubahan signifikan terkait kondisi operasional penerbangan.
