Bank Syariah Indonesia Siap Perluas Akses Layanan Keuangan Syariah
Bank Syariah Indonesia (BSI) siap menjalankan amanah Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperluas akses layanan keuangan syariah yang mudah, aman, modern, dan inklusif bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan ini menyatakan apresiasi atas kepercayaan Presiden dalam membuka rekening di BSI sebagai langkah untuk memanfaatkan layanan perbankan nasional.
Inovasi Layanan Keuangan Modern dan Inklusif
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa kepercayaan dari Presiden menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Semakin banyak masyarakat memiliki rekening bank, semakin kuat inklusi dan literasi keuangan nasional.
Melalui produk dan layanan syariahnya, BSI mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan perencanaan keuangan sejak dini. Mulai dari investasi emas hingga tabungan haji, semua dapat diakses dengan mudah melalui BSI. Saat ini, BSI telah memiliki lebih dari 1.130 kantor cabang dan 134 ribu BSI Agen di seluruh Indonesia.
Transformasi Digital dan Pertumbuhan Perusahaan
BSI terus menguatkan transformasi digital dan teknologi informasi yang telah mengantarkan jumlah nasabah mencapai 24,3 juta hingga pertengahan 2026. Laba bersih perusahaan juga mengalami pertumbuhan sehat, mencapai Rp4,16 triliun pada semester I 2026 dengan peningkatan 11 persen secara tahunan.
Bank Syariah Indonesia siap melayani seluruh segmen masyarakat di seluruh Indonesia dan berkontribusi dalam memperkuat inklusi keuangan nasional melalui layanan perbankan syariah yang terpercaya dan berkelanjutan.
Pemerintah Dorong Inklusi Keuangan
Presiden Prabowo memerintahkan jajarannya untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank guna memperkuat inklusi keuangan dan literasi keuangan dalam negeri. Hal ini sejalan dengan capaian indeks inklusi keuangan Indonesia yang mencapai 93,61 persen secara nasional dan literasi keuangan sebesar 69,57 persen berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.
Bank-bank Himbara, termasuk BRI dan BSI, diminta untuk mempersiapkan rekening bank bagi masyarakat. Data kependudukan dan catatan sipil akan dipadukan dengan sistem Bank Indonesia untuk memperluas jangkauan kepemilikan rekening bank dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan.
Menko Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya data kependudukan dan sistem pembayaran dalam meningkatkan inklusi keuangan nasional. Dengan kerjasama antara pemerintah, bank, dan otoritas terkait, diharapkan literasi keuangan Indonesia akan semakin meningkat.
