Dinkes Kabupaten Aceh Selatan menyatakan bahwa dugaan keracunan belasan pelajar setelah menyantap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tergolong dalam kejadian luar biasa. Kasus ini merupakan yang pertama di Aceh Selatan terkait keracunan MBG. Sebanyak 18 anak sekolah dari PAUD hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, harus dirawat di rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program MBG. Gejala yang muncul termasuk mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi mi, bakso, dan es kacang. Dinkes Aceh Selatan mengidentifikasi bahwa belasan anak sekolah tersebut didiagnosis memiliki obs vomitur (observasi muntah hebat) dan urtikaria, reaksi alergi berupa bentol kemerahan dan gatal. Inspeksi dilakukan di dapur produksi SPPG di Gampong Ujung Padang Asahan, dengan hasil awal menunjukkan kurangnya sertifikat layak higienis dan sanitasi. Sampel makanan dan bahan produksi diambil untuk diuji dalam laboratorium guna menentukan penyebab keracunan. MBG yang dikonsumsi berasal dari Yayasan Ruang Kito Basamo melalui SPPG Gampong Ujung Padang Asahan. Kepala SPPG Ujung Padang Asahan meminta maaf atas kejadian tersebut dan menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes Kesehatan.
Share
Berita Lainnya
