Dua kapal kontainer milik perusahaan pelayaran COSCO China berhasil menembus Selat Hormuz setelah percobaan pertama yang gagal pada Jumat sebelumnya. Keberhasilan dua kapal tersebut menjadi yang pertama setelah perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran meletus pada 28 Februari 2026, menutup salah satu jalur maritim tersibuk di dunia. Data dari platform pemantau kapal MarineTraffic mencatat bahwa kedua kapal tersebut berhasil melintasi Selat Hormuz dan menuju Teluk Oman dengan kecepatan tinggi.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi ekonomi global, di mana sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut setiap harinya. Sejak terjadinya perang, ratusan kapal dari berbagai negara terjebak di Teluk Persia, termasuk pasokan minyak Arab Saudi dan gas alam cair dari Qatar yang terhenti total. Ancaman Iran terhadap kapal-kapal yang melintas tanpa izin, seperti ranjau terapung, rudal, dan serangan drone, membuat perusahaan pelayaran enggan mengambil risiko.
COSCO China sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada klien tanggal 25 Maret 2026, menyatakan kelanjutan pemesanan kargo umum untuk pengiriman dari Asia ke kawasan Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Irak. Ini menandai langkah penting dalam menghidupkan kembali aktivitas pelayaran di kawasan tersebut setelah kondisi yang sulit akibat konflik di Selat Hormuz.
