BLANGKEJEREN – DPRK Gayo Lues menemukan kejanggalan pada pembayaran dana sertifikasi guru di daerah tersebut. Pasalnya, untuk triwulan pertama 2016 sudah dibayar, sementara sisa tahun 2015 masih menunggak Rp 2,359 miliar.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi D DPRK Gayo Lues, Ramli Syarif dan dua anggota DPRK lainnya Azis dan Ibrahim, Senin, 18 Juli 2016. Kejanggalan itu diketahui ketika Ramli Syarif dan anggota dewan lainnya melakukan reses.

Ramli mengungkapkan, jumlah guru yang belum menerima dana sertifikasi tahun 2015 mencapai 352 orang dengan rincian 281 guru belum menerima dana sertifikasi bulan 11 dan 12 tahun 2015, dan 71 orang belum menerima bulan 10, 11, 12 dengan jumlah dana mencapai Rp 2,359 miliar lebih. “Kami sudah memanggil pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta perwakilan dari Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) guna menjelaskan hal ini,” kata Ramli.

Menanggapi hal itu, Kabid Perbendaharaan DPKD Gayo Lues, Jemalin menjelaskan, dana sertifikasi tahun 2015 sudah berada di kas daerah, dan setiap pengajuan pembayaran yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan langsung dilimpahkan baik dana sertifikasi maupun dana non sertifikasi guru.

“Kami tidak tahu apakah dana itu dibayarkan tahun 2015 atau tahun 2016, yang penting setelah diajukan kami proses dan langsung kami limpahkan dananya, selanjutnya mengenai pembayarannya itu hanya orang Dinas Pendidikan yang tahu,” jelasnya.

Sementara Kasi Seksi Pengembangan Propesi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kamarudin yang mewakili Dinas Pendidikan mengatakan sebelumnya pihaknya sudah mengajukan pencairan dana ke Dinas DPKD, tetapi salah satu staf Kabid Perbendaharaan yang disebut bernama Iwan meminta kepada pihak Dikbud untuk mengajukan satu bulan saja akibat uang di kas daerah tidak cukup. “Karena itu kami hanya mengajukan selama satu bulan saja, setelah itu tidak ada lagi diminta agar diajukan lagi setelah ada dananya,” kata Kamarudin. [Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here