Pemerintah Kabupaten Simeulue, Aceh, menyiapkan sembilan perlombaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 daerah tersebut. Selain menjadi bagian dari perayaan, rangkaian kegiatan itu dirancang sebagai promosi pariwisata dan upaya menarik lebih banyak wisatawan ke kabupaten kepulauan tersebut.
Sembilan perlombaan yang digelar
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Simeulue, Syafwan, mengatakan perlombaan melibatkan pelajar dan masyarakat luas. Kegiatan tersebut mencakup karnaval, geulayang tunang atau permainan layang-layang, sepeda hias, festival lagu daerah, serta lomba cipta lagu daerah.
Selain itu, panitia menyiapkan lomba nandong dan nanga-nanga, kreasi seni budaya, anyaman pandan, serta kuliner khas daerah. Beragam kategori itu dirancang untuk memperkenalkan kekayaan seni, tradisi, dan produk budaya Simeulue melalui kegiatan yang bersifat kompetitif sekaligus menghibur.
“Berbagai perlombaan ini yang digelar dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Simeulue diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Perlombaan tersebut juga bagian dari promosi pariwisata Kabupaten Simeulue,” kata Syafwan di Simeulue, Sabtu.
Wisatawan asing turut diundang
Menurut Syafwan, rangkaian perlombaan itu juga diharapkan dapat membangkitkan semangat patriotisme dan mempererat silaturahmi masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi wadah kompetisi sehat serta sarana mengenalkan dan melestarikan seni, budaya, dan tradisi lokal.
Disparbud Simeulue turut membuka kesempatan bagi wisatawan mancanegara untuk mengikuti berbagai perlombaan tersebut. “Kami juga mengundang wisatawan mancanegara atau turis asing mengikuti beragam perlombaan tersebut. Kami berharap kegiatan tersebut dapat memajukan pariwisata di kabupaten kepulauan ini,” ujar Syafwan.
Warga yang hendak mendaftar atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai perlombaan dapat mendatangi langsung Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue.
Salah seorang warga Simeulue, Rudi, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan itu. Ia turut mengikuti lomba layangan tradisional atau geulayang tunang yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian perayaan.
“Perlombaan tersebut, selain melestarikan permainan tradisional, juga dapat menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Pulau Simeulue ini. Semoga beragam perlombaan tersebut menjadi kegiatan rutin,” kata Rudi.
