Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tengah melakukan pengawalan ketat terhadap proses rekrutmen calon tenaga kerja di sektor pertambangan batu bara. Hal ini dilakukan dengan komposisi tenaga kerja lokal sebesar 70 persen dan non-lokal sebesar 30 persen. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal sesuai dengan arahan Bupati Aceh Barat, Tarmizi.
Komposisi ini sendiri merupakan arahan langsung dari Bupati sejak pelantikan 19 Februari 2026. Sebelumnya, aturan tidak secara spesifik menyebutkan persentase, yang menyebabkan sering terjadi perdebatan dengan perusahaan. Dengan angka 70:30, Disnakertrans Aceh Barat kini memiliki dasar yang kuat untuk bertindak.
Dalam rangka pengawasan, proses seleksi dilakukan secara terbuka untuk memastikan tidak adanya diskriminasi dalam penyeleksian calon tenaga kerja. Salah satu perusahaan, PT Cipta Kridatama (CK) telah bekerja sama dengan Disnakertrans Aceh Barat untuk menyelenggarakan seleksi terbuka, terutama untuk posisi sebagai driver Off Highway Truck (OHT) kapasitas 100 ton.
Proses rekrutmen ini telah menarik minat yang besar dari masyarakat, dengan sekitar 500 orang telah melamar hingga saat ini dan diprediksi akan terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap melalui pengawalan ketat ini, tidak akan ada praktik diskriminasi dalam proses rekrutmen sehingga putra daerah Aceh Barat bisa mendapatkan kesempatan yang adil untuk bekerja di perusahaan tambang batu bara di wilayah tersebut.
Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mengacu pada regulasi pemerintah daerah setempat. Dari sekitar 500 berkas yang masuk, pelamar harus melewati beberapa tahapan sebelum dinyatakan layak mengikuti pelatihan intensif. Program seleksi ini khusus menjaring calon operator untuk unit alat berat jenis Holler atau Off-Highway Truck kelas 60 hingga 100 ton.
Kandidat yang dinyatakan lulus seleksi akan diberangkatkan ke pusat pelatihan nasional di Kalimantan Selatan untuk menjalani pelatihan intensif selama empat bulan. Harapan dari program ini adalah menyediakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dasar sehingga durasi pelatihan bisa dipersingkat untuk mendukung operasional perusahaan tambang batu bara dan memberikan peluang karier bagi putra daerah di sektor industri pertambangan.
