Sunday, October 11, 2026

Direktur Film, Musik, dan Seni Dukung Sanger Day Fest 2026

Share

Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan meninjau langsung penyelenggaraan Sanger Day Fest 2026 di Banda Aceh. Kunjungan tersebut menjadi penanda dukungan pemerintah terhadap ruang ekspresi yang dibangun komunitas lokal melalui perayaan seni, budaya, dan kopi sanger.

Sanger Day Fest 2026 merupakan kegiatan Pendayagunaan Ruang Publik yang memperoleh dukungan pendanaan resmi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Festival ini menghadirkan sejumlah agenda yang menghubungkan tradisi lokal dengan karya seni serta kegiatan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi pemerintah dan komunitas

Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP., hadir dalam peninjauan tersebut. Ia didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh Piet Rusdi dan Ketua Pelaksana Sanger Day Fest 2026, Nasrul Atok.

Dalam diskusi di lokasi acara, Irini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan penggiat kebudayaan di daerah. Menurut dia, kerja sama tersebut diperlukan untuk membangun wadah berkelanjutan bagi sineas, musisi, serta pelaku seni tradisi.

“Sanger Day Fest 2026 tidak hanya menjadi perayaan ikonik bagi tradisi kopi khas Aceh, tetapi juga momentum strategis untuk mengaitkan warisan tradisi dengan ekspresi seni modern. Kementerian Kebudayaan mengapresiasi kolaborasi komunitas ini sebagai fondasi utama pelestarian identitas kebudayaan bangsa,” ujar Irini Dewi Wanti.

Peninjauan lapangan itu juga dipandang sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap inisiatif kebudayaan yang tumbuh dari masyarakat Aceh. Ruang publik yang dihadirkan melalui festival menjadi tempat bertemunya pertunjukan seni, gagasan kreatif, pelaku usaha, dan tradisi yang melekat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Rangkaian acara dan dampak bagi masyarakat

Piet Rusdi menyatakan, ajang kebudayaan seperti Sanger Day Fest efektif menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal. Ia juga menilai kegiatan semacam itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berbasis pada pemajuan kebudayaan.

Nasrul Atok mengapresiasi dukungan langsung dari Direktorat Film, Musik, dan Seni serta BPK Wilayah I Aceh. Bagi panitia, peninjauan dan arahan dari jajaran pimpinan tersebut menjadi dorongan moral untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival.

Panitia juga berharap penyelenggaraan Sanger Day Fest dapat terus dikembangkan hingga memiliki jangkauan nasional. Rangkaian kegiatan festival mencakup panggung musik dan seni budaya Aceh, ruang diskusi kreatif, pameran UMKM lokal, serta selebrasi kebudayaan kopi sanger.

Kopi sanger ditempatkan sebagai bagian penting dalam rangkaian acara karena berkaitan erat dengan identitas sosial masyarakat Aceh. Melalui perpaduan agenda tersebut, Sanger Day Fest 2026 menjadi ruang pertemuan antara pelestarian tradisi, ekspresi seni modern, dan aktivitas ekonomi lokal.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru