Dinas Kesehatan Aceh Tamiang kembali menggelar program fogging untuk mencegah kasus DBD dan malaria setelah banjir. Kegiatan fogging dilakukan secara generalisasi ke pemukiman penduduk di 12 kecamatan bersama Dinas Kesehatan Kota Binjai, Sumatera Utara, Balai Karantina Kesehatan Lhokseumawe, dan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI. Proses fogging sudah dilakukan di sembilan kecamatan seperti Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Rantau, dan lainnya. Tiga kecamatan lainnya di wilayah pesisir akan menyusul secara bersamaan. Harapan Dinkes Aceh Tamiang adalah mencegah penyebaran larva nyamuk dengan abate di gorong-gorong dan bak air tergenang. Meskipun belum ada kasus DBD positif, terdapat 14 kasus suspek yang sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi. Gotong royong menjaga kebersihan lingkungan menjadi cara efektif lainnya selain fogging dan pemberian abate. Selain itu, aksi 3M seperti mengubur barang bekas, menguras bak air rutin, dan menutup wadah air juga penting. Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan tidak akan ada larva nyamuk yang berkembang.
Share
Berita Lainnya
