Tuesday, March 10, 2026

Dihargai Secangkir Kopi: Mirisnya Harga Paspor dan KTP di Dark Web

Share

Identitas digital semakin mudah diperoleh, namun risikonya semakin tinggi bagi para pengguna. Menurut laporan terbaru Kaspersky Digital Footprint Intelligence, privasi bukan lagi hanya sebuah hak, tetapi telah menjadi sebuah komoditas ekonomis yang bernilai. Menurut laporan tersebut, paspor atau kartu identitas digital hanya dihargai sekitar USD15 atau sekitar Rp240.000 di pasar gelap internet (dark web). Hal ini mengungkapkan betapa rentannya privasi seseorang di hadapan para pelaku kejahatan siber yang kini beroperasi mirip dengan bisnis korporasi terstruktur.

Tren ini tercermin jelas dalam analisis lanskap ancaman siber yang dilakukan oleh Kaspersky selama periode Januari hingga September 2025. Data menunjukkan pergeseran fokus para penyerang, yang kini lebih tertarik pada akuisisi aset digital yang dapat di-monetisasi, daripada sekadar merusak sistem. Berdasarkan data telemetri yang dikumpulkan, mayoritas serangan siber saat ini memiliki motif ekonomi spesifik. Kaspersky mencatat bahwa 88,5 persen dari total kampanye phishing dan penipuan yang diamati bertujuan untuk mencuri kredensial atau akses masuk ke berbagai akun online. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan serangan yang menargetkan data pribadi statis seperti nama, alamat, dan tanggal lahir (9,5 persen), serta pencurian detail kartu perbankan secara langsung (2 persen).

Dengan demikian, penting bagi setiap individu untuk meningkatkan kesadaran akan risiko keamanan digital dan mengambil langkah-langkah perlindungan yang tepat untuk melindungi privasi online mereka. Kaspersky Digital Footprint Intelligence memberikan gambaran yang cukup jelas akan pentingnya menjaga keamanan dan privasi saat berada di dunia digital, di mana informasi pribadi dapat diakses dengan mudah oleh para pelaku kejahatan siber yang mencari keuntungan ekonomi dari akses illegal ke data-data sensitif pengguna.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru