Huawei Technologies, perusahaan teknologi China, terus melonjakkan pendapatannya meskipun adanya sanksi dari Amerika Serikat. Laba bersih mereka meningkat hingga 8,6 persen menjadi 68 miliar Yuan (Rp159,8 triliun) selama tahun 2025. Pendapatan penjualan mereka juga mencapai 880,9 miliar Yuan (Rp2.070,11 triliun), naik 2,2 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan mereka melambat dari tahun sebelumnya, tetapi masih merupakan rekor kedua tertinggi sejak 2020. Sektor utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan Huawei adalah infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dengan penjualan mencapai 375 miliar Yuan (Rp881,25 triliun). Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi perusahaan untuk mengurangi dampak sanksi teknologi AS dan terus menggelontorkan dana riset untuk menguatkan posisinya di pasar global.
Share
Berita Lainnya
