BLANGKEJEREN – Warga desa Kerukunan Kutepanyang, Kabupaten Gayo Lues melaporkan Camat Terangun ke pihak kepolisian. Warga tersebut mengaku ditipu oleh camat hingga puluhan juta rupiah.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdulah Hamid Jumat, 14 JUni 2019 mengungkapkan, korban yang melaporkan Camat Terangun adalah Sahuddin (55) yang keseharianya menjual alat-alat bangunan di pusat kota Kutepanyang, dan laporan itu telah ditindaklanjuti dengan memanggil saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Berdasarkan laporan korban, bahwasanya Camat Terangun yang berinisial SB (40) warga desa Rema Tue, Kecamatan Kutepanyang telah menipunya hingga puluhan juta rupiah, modusnya alat-alat bangunan yang diambil dari toko korban tidak dibayar,” jelasnya.

Menurut pengakuan korban sesuai dalam BAP, kejadian dugaan penipuan itu bermula hari Kamis tanggak 16 Agustus 2018 lalu, saat itu Camat Terangun menelpon korban sembari memesan 100 zak semen untuk dikirim ke Kecamatan Terangun, dan korbanpun mencatatnya menjadi hutang terlapor.

Tak berapa lama, Camat Terangun kembali memesan semen dan alat-alat bangunan lainya untuk dikirim ke Kecamatan Terangun, pemesan tanpa bayar itu terus dilakukan berulang kali hingga daptar utangnya mencapai Rp 21.688.000, dan pada tanggal 16 September 2018, Camat Terangun membayarkan utang pengambilan semenya dengan jumlah Rp 15.000.000, dan sisa hutangnya tinggal Rp 6.688.000.

“Kemudian setelah terlapor ini membayar sebagian besar utangnya, korban diminta lagi mengirimkan besi dan semen. Jika dikalkulasikan jumlah uangnya mencapai Rp 36.389.000, dan jika ditambahkan dengan sisa hutang Rp 6.688.000, maka jumlah totalnya mencapai Rp 43.077.000,” jelasnya.

Merasa sudah terlalu lama uangnya tidak dibayar, korbanpun berulang kali menghubunggi terlapor, tetapi setiap dihubunggi selalu dikatakan akan segera datang ketoko, tetapi hingga hari ini tak kunjung dilunasi. Korbanpun mulai bertanya-tanya kepada orang lain, rupanya selain dirinya juga ada permasalahan yang sama dengan beberapa orang lain.

“Dugaan sementara memang ada beberapa orang yang menjadi korban dugaan penipuan ini, tetapi yang melapor baru satu orang. Dan terlapor kita sangkakak tindak pidana Penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman Empat tahun penjara,” katanya.

SB selaku Camat Terangun belum memberikan jawaban saat ditanyai apakah ada niat menyelesaikan hutang-piutang dengan pelapor, beberapa kali dihubunggi tidak bisa masuk, begitu juga dengan pesan singkat konfirmasi belum juga dibalas.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here