TAPAKTUAN – Polisi diminta untuk menyita Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pemantau rahasia di Pendopo Bupati Aceh Selatan, untuk membuktikan dugaan adanya pungutan liar (Pungli).

Ketua Forum Bedah Desa Nasional (FBDN) T Sukandi meyakini ada indikasi kecurangan yang mengarah pemberian suap untuk memuluskan pengaturan tender proyek di lingkungan Pemkab Aceh Selatan. Namun sayangnya, praktik culas tersebut belum mampu diungkap oleh aparat penegak hukum khususnya tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

“Padahal untuk membuktikan dugaan permainan itu tidak begitu sulit. Tim Saber Pungli bisa menyita CCTV di Pendopo Bupati Aceh Selatan dan menyita daftar rekapitulasi list nama-nama kontraktor penerima proyek pada Kepala ULP yang sudah dicontreng atau disetujui oleh bupati,” jelas T Sukandi di Tapaktuan, Selasa, 16 Mei 2017.

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli yang juga Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Sabri mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil tindakan upaya hukum secara paksa seperti penyitaan CCTV di Pendopo Bupati untuk membuktikan dugaan adanya praktik pungli dalam proses tender proyek di Aceh Selatan, karena belum ada pihak yang melaporkannya secara resmi.

“Langkah penyitaan CCTV itu sudah masuk dalam bagian dari tindakan upaya hukum secara paksa. Agar langkah itu bisa dilakukan harus ada bukti-bukti permulaan yang kuat. Namun sejauh ini belum ada pihak yang melaporkannya itu kepada kami,” ujar Sabri.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here