Sunday, May 17, 2026

Dana Rp19,3 miliar Kemenag untuk pemulihan fasilitas Aceh

Share

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp19,3 miliar untuk mendukung pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh selama masa tanggap darurat. Bantuan ini dikelola oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh dan berdasarkan hasil pendataan serta analisis JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana).

Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, menyatakan bahwa sebagian dari dana senilai Rp4,42 miliar dikelola langsung oleh Kanwil Kemenag Aceh untuk mendukung kebutuhan mendesak di lapangan, termasuk pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, dan bantuan kepada mahasiswa terdampak.

Bantuan senilai Rp14,9 miliar sisanya disalurkan langsung oleh Kemenag RI kepada 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren di Aceh dengan nilai bantuan masing-masing Rp100 juta per lembaga. Selain itu, Kemenag juga menyediakan bantuan sosial berupa uang tunai kepada mahasiswa terdampak melalui Rekening Islamic Trust Fund Infag.

Dana bantuan tersebut digunakan untuk keperluan seperti logistik, operasional lapangan, bantuan kebutuhan pokok, pengadaan laptop, printer, perangkat komunikasi dan internet satelit Starlink, serta operasional relawan. Selain itu, bantuan juga disalurkan dalam bentuk barang kepada madrasah negeri dan Al-Qur’an ke Kabupaten/Kota yang terdampak bencana. Kabupaten Aceh Utara dan sejumlah wilayah lain di Aceh merupakan daerah yang mengalami kerusakan tertinggi akibat bencana.

Hingga saat ini, sebagian dana bantuan masih tersimpan di rekening bank Tanggap Bencana yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum terakomodasi. Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari pendataan kerusakan fasilitas keagamaan dan pendidikan yang dilakukan oleh Kemenag. Oleh karena itu, Kemenag terus berupaya untuk memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan daerah yang terdampak bencana.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru