Thursday, April 16, 2026

Dampak Kondisi Bencana Terhadap Permintaan Daging Meugang Ramadhan

Share

Pedagang daging untuk tradisi meugang jelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di Provinsi Aceh mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi belum mempengaruhi pasar daging meugang di Banda Aceh dan sekitarnya. Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Daging Aceh, Safwan, kondisi pasar daging meugang di wilayah tersebut masih normal meskipun ada bencana yang terjadi baru-baru ini. Meugang adalah tradisi Aceh dalam membeli dan mengonsumsi daging sapi, kerbau, dan kambing lebih banyak menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Tradisi ini telah ada sejak masa kesultanan, terutama di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Penjualan daging meugang tidak hanya terjadi di pasar tradisional, tetapi juga di pedagang musiman yang menjajakan daging segar di sejumlah ruas jalan protokol. Harga daging meugang di Banda Aceh dan sekitarnya saat ini berkisar antara Rp160 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram, lebih tinggi Rp10 ribu dari hari biasa. Permintaan masyarakat terhadap daging meugang juga meningkat menjelang tradisi meugang, namun kembali normal setelah tradisi selesai. Sejumlah pedagang, seperti Abdul Aziz di Pasar Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, juga mengamini bahwa kondisi bencana tidak memengaruhi harga dan permintaan daging untuk tradisi meugang menjelang bulan puasa. Harga daging naik selama meugang karena permintaan meningkat, namun kembali normal setelah tradisi selesai. Tradisi meugang di Aceh tetap berlangsung meskipun adanya bencana, menunjukkan kekuatan budaya dan ketahanan masyarakat Aceh.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru