China Percepat Pembangunan Kota Satelit di Pinggiran Beijing
China kembali menunjukkan ambisinya di sektor antariksa komersial. Di pinggiran Beijing, pemerintah dan pelaku industri tengah menyiapkan sebuah “kota satelit” yang dirancang menjadi pusat bisnis manufaktur sekaligus pengoperasian satelit. Proyek ini bukan sekadar fasilitas baru, melainkan bagian dari strategi besar untuk membangun ekosistem luar angkasa yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi.
Pusat Baru untuk Industri Antariksa Komersial
Area inti proyek tersebut diperkirakan mencapai 145.000 meter persegi dan ditargetkan rampung pada paruh kedua 2026. Dengan skala itu, kawasan ini diposisikan sebagai simpul penting bagi aktivitas industri antariksa komersial yang tengah tumbuh cepat di China. Fokusnya jelas: memperkuat rantai bisnis dari produksi, peluncuran, hingga operasional satelit dalam satu kawasan terpusat.
Langkah ini juga mencerminkan perubahan arah industri antariksa China, yang kini tak lagi hanya bertumpu pada program negara, tetapi semakin didorong oleh perusahaan swasta. Lebih dari 60% total peluncuran di Tiongkok saat ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta, dan banyak di antaranya disebut sedang bersiap melantai di bursa melalui penawaran umum perdana atau IPO.
Nilai Pasar Diperkirakan Mencapai Triliunan Yuan
Gao Yibin, Kepala Riset Strategis di Future Aerospace, menilai pasar antariksa komersial China sudah mendekati skala triliunan yuan. Menurutnya, dorongan utama datang dari percepatan persetujuan peluncuran, meningkatnya tingkat lokalisasi komponen, serta masuknya modal besar dari dana industri. Kombinasi faktor-faktor itu membuat sektor ini bergerak lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Sejumlah bidang diperkirakan menjadi penggerak utama pertumbuhan, mulai dari jaringan satelit orbit rendah, internet satelit, komputasi ruang angkasa, hingga konektivitas 6G yang terintegrasi antara ruang angkasa dan bumi. Semua itu dipandang sebagai fondasi infrastruktur baru yang akan menopang ekonomi luar angkasa di masa depan.
Model Klaster ala Silicon Valley
Dalam proyek “kota satelit” ini, China mengadopsi model klaster industri terkonsentrasi yang menyerupai Silicon Valley. Pendekatan tersebut bertujuan menciptakan efisiensi melalui berbagi sumber daya, mempertemukan rantai pasok dalam satu kawasan, dan mempercepat lahirnya nilai ekonomi dari kolaborasi antarpelaku industri.
Dengan model seperti itu, China tampak ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri antariksa komersial tidak berjalan sporadis. Sebaliknya, sektor ini diarahkan untuk berdiri di atas pondasi yang lebih kuat, dengan Beijing sebagai salah satu pusat penggeraknya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
