China Mengerahkan Robot AI untuk Menjaga Jantung Listrik Nasional
China semakin agresif memasukkan kecerdasan buatan ke dalam sektor yang paling sensitif: infrastruktur listrik. Di tengah dorongan modernisasi itu, perusahaan-perusahaan besar di negeri tersebut mulai menyiapkan belanja besar untuk robot AI yang akan dipakai mengawasi, memeriksa, dan membantu pekerjaan teknis di jaringan listrik.
Menurut laporan Jiemian pada 24 April, Perusahaan Jaringan Listrik Negara China atau State Grid berencana menggelontorkan 6,8 miliar yuan pada 2026 untuk pengadaan robot AI. Tahun ini saja, perusahaan itu disebut akan membeli sekitar 8.500 unit robot untuk mendukung operasional di lapangan. Langkah serupa juga disiapkan China Southern Power Grid dan sejumlah entitas lain, sehingga total investasi AI di sektor energi China diperkirakan menembus 10 miliar yuan pada 2026.
Robot “Mirip Anjing” Jadi Andalan Inspeksi Lapangan
Fokus utama State Grid ada pada sekitar 5.000 robot berkaki empat yang bentuknya menyerupai anjing. Robot jenis ini disiapkan untuk melakukan inspeksi di gardu induk, jalur transmisi, hingga fasilitas lain yang berada di medan sulit dijangkau manusia. Dengan kemampuan bergerak di area yang tidak mudah diakses, robot tersebut diharapkan bisa mempercepat pemeriksaan sekaligus mengurangi risiko bagi pekerja.
Tidak berhenti di situ, perusahaan juga akan memakai robot humanoid dan bipedal untuk tugas teknis yang lebih rumit. Salah satu target penggunaannya adalah pemeliharaan jaringan listrik bertegangan ultra tinggi, pekerjaan yang menuntut ketelitian tinggi dan standar keselamatan ketat.
Belanja Besar untuk Perangkat Keras dan Pelatihan
Dari total anggaran yang disiapkan, sekitar 5,8 miliar yuan akan diarahkan untuk perangkat keras. Sisanya dialokasikan bagi penelitian, pengembangan, dan pelatihan personel agar teknologi ini bisa benar-benar terintegrasi dalam operasional sehari-hari. Pola ini menunjukkan bahwa dorongan AI di sektor kelistrikan China tidak hanya berhenti pada pembelian alat, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang lebih luas.
State Grid sendiri mengelola jaringan listrik di 26 dari 31 wilayah setingkat provinsi di daratan Tiongkok. Sementara itu, China Southern Power Grid bertanggung jawab atas lima wilayah di selatan, termasuk Guangdong. Skala penguasaan jaringan inilah yang membuat setiap perubahan teknologi di kedua perusahaan tersebut berpengaruh besar terhadap sistem energi nasional.
Produsen Lokal Ikut Masuk
Sejumlah pemasok domestik diperkirakan akan terlibat dalam proyek ini, di antaranya Unitree, Deep Robotics, AgiBot, UBTech, dan Fourier. Keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut menandakan bahwa pasar robotika dalam negeri China semakin mendapat ruang di sektor strategis, khususnya pada infrastruktur yang menuntut keandalan tinggi.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
