Thursday, April 16, 2026

Cara Aceh Tamiang Mencapai Swasembada Telur

Share

Aceh Tamiang berharap memiliki populasi sekitar 600 ribu indukan ayam untuk mencapai swasembada telur. Saat ini, pasokan telur ayam di daerah ini masih tergantung pada Sumatera Utara, yang menyebabkan harga telur ayam di Aceh Tamiang cukup tinggi. Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Syaiful Bahri, mencatat bahwa hingga 95% pasokan telur berasal dari Sumatera Utara.

Harga telur premium di tingkat produsen saat ini mencapai antara Rp2.000 hingga Rp2.100 per butir, mengalami kenaikan dari sebelumnya. Kenaikan harga ini disebabkan oleh siklus peremajaan indukan yang dilakukan pada awal tahun dan menjelang Ramadhan. Selain itu, permintaan telur meningkat menjelang Lebaran.

Aceh Tamiang membutuhkan sekitar 500 ribu hingga 600 ribu indukan ayam petelur untuk menjadi mandiri secara konsumsi dan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar provinsi. Meskipun proyek percontohan peternakan ayam petelur saat ini baru mampu memenuhi 5% dari total kebutuhan daerah, langkah-langkah sedang diambil untuk meningkatkan produksi.

Daerah ini memiliki keunggulan kompetitif dalam pasokan bahan baku pakan ayam, dimana sekitar 70% bahan bakunya berupa jagung dan dedak padi melimpah di Aceh. Ini memberikan peluang untuk menekan biaya produksi dengan pengolahan pakan lokal. Langkah-langkah stimulus sedang digulirkan untuk mendukung peternak dan membantu memulihkan ekonomi pasca bencana.

Operasi pasar dan pasar murah juga dilakukan untuk mengatasi lonjakan harga pangan di Aceh Tamiang menjelang Lebaran. Selain itu, pemerintah daerah berupaya untuk menggerakkan sektor UMKM dan industri dalam budidaya ayam petelur. Dengan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, Aceh Tamiang berupaya untuk mencapai swasembada telur dan meningkatkan kesejahteraan peternak serta masyarakat setempat.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru