BLANGKEJEREN – Banyaknya masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang belum memiliki buku nikah menjadi polemik di kabupaten berjuluk negeri seribu bukit tersebut. Ada dugaan terjadinya pungutan liar (pungli) pada pengurusan dokumen pernikahan itu.

Dugaan itu disampaikan langsung oleh Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasyim. Ia meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat untuk mengusutnya.

“Setiap mau ada perkawinan sudah pasti diminta uang uang oleh oknum yang ada di desa, padahal setelah itu tidak ada keluar buku nikahnya, jadi untuk apa uang yang diminta dari masyarakat itu?” tanyanya.

Permintaan uang kepada keluarga calon mempelai kata Bupati biasanya saat membuat surat asal-usul, surat rekomendasi ke KUA, bayar uang ini dan itu, serta bermacam cara lainya, padahal setelah itu buku nikahnya tidak keluar.

“Saya tahu banyak warga Gayo Lues tidak memiliki buku nikah karena kemarin di telepon oleh kawan dari KUA, katanya ada isbat nikah massal di desa saya Padang Terangun, karena itu saya menyimpulkan masih banyak warga yang belum memiliki buku nikah,” jelasnya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here