Sunday, October 11, 2026

BRMP Aceh Terapkan Tanam Padi Modern di 314 Hektare Aceh Jaya

Share

Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh memulai penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk tanaman padi di Gampong Harapan, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya. Tahap awal program tersebut mencakup lahan seluas 314 hektare.

Peluncuran tanam perdana itu menjadi bagian dari target penerapan PM-AAS di seluruh Aceh hingga Desember 2026. Kepala BRMP Aceh Firdaus mengatakan, Aceh ditargetkan memiliki 34.500 hektare lahan yang menerapkan sistem pertanian modern tersebut.

Produktivitas dan keuntungan petani ditargetkan meningkat

Menurut Firdaus, PM-AAS diterapkan untuk mendorong peningkatan produktivitas padi. Produksi yang selama ini berada di kisaran enam ton per hektare diharapkan dapat meningkat menjadi 10 ton per hektare melalui metode tersebut.

Ia juga menyebut penerapan PM-AAS berpotensi meningkatkan keuntungan petani. Dengan produksi sekitar lima ton, keuntungan yang diperoleh saat ini diperkirakan mencapai Rp35 juta. Melalui program tersebut, keuntungan petani ditargetkan meningkat menjadi Rp60 juta hingga Rp70 juta.

“Kalau sekarang dari lima ton ada keuntungan sekitar Rp35 juta, berarti dengan program PM-AAS ini, kita bisa meningkatkan keuntungan petani menjadi Rp60 sampai Rp70 juta,” ujar Firdaus di Aceh Jaya, Sabtu.

Salah satu perbedaan dalam metode PM-AAS adalah pola tanam yang dibuat lebih rapat. Pengaturan itu ditujukan untuk meningkatkan populasi tanaman dalam satu hektare, sementara jarak antarbarisan tetap dipertahankan 25 sentimeter.

“Jika biasanya 300.000 per rumpun (bibit), dengan sistem PM-AAS ini bisa menjadi 800.000. Jadi dia semakin rapat ke belakang tapi barisannya tetap 25 cm. Lebih efektif, efisien,” kata Firdaus.

Penyuluh dan alat tanam disiapkan

BRMP Aceh berharap penerapan PM-AAS dapat diperluas ke seluruh wilayah Aceh dengan dukungan pendampingan dari penyuluh pertanian di setiap daerah. Firdaus menyampaikan, sesuai target Menteri Pertanian, satu penyuluh akan mendampingi lahan seluas 50 hektare.

Untuk mendukung kebutuhan teknis di lapangan, Kementerian Pertanian juga menyiapkan seeder atau alat sorong benih padi bagi para penyuluh dan desa. Sebanyak sekitar 3.045 unit alat akan disalurkan dengan anggaran hampir Rp3 miliar.

“Total yang akan disalurkan sekitar 3.045 unit dengan anggaran hampir Rp3 miliar,” ujar Firdaus.

Bupati Aceh Jaya Safwandi menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap penggunaan PM-AAS dapat membantu meningkatkan produktivitas petani di daerahnya.

Safwandi juga mengingatkan petani agar tidak mengalihfungsikan lahan sawah menjadi kebun sawit. Ia menegaskan, petani merupakan prioritas pemerintah daerah karena berkaitan dengan pelayanan dasar dan kebutuhan masyarakat.

“Petani ini memang prioritas utama kita karena ini merupakan adalah pelayanan dasar dan kebutuhan bagi kita, pemerintah daerah sangat serius membantu petani,” kata Safwandi.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru