KUTACANE – Mulai awal bulan Mei Tahun 2016 mendatang, Gedung Unit Instalasi Pengolahan Limbah Tinja, (IPLT) Kutacane, di Desa Lawe Serke, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara akan beroperasi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Aceh Tenggara, Jamandin Selian, Jumat, 29 April 2016 menjelaskan, Pemkab Aceh Tenggara memang belum memplot anggaran operasional IPLT, karena operasionalnya dilakukan di pertengahan tahun anggaran. “Tapi dapat kami pastikan tahun 2017 akan kami ajukan dana operasional IPLT ini,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai fasilitas penting di Unit IPLT ini semuanya butuh biaya pemeliharaan, seperti pemeliharaan kolam stabilisasi, hingga sistem pengairan yang memakai sistem gravitasi. “Untuk itu tentu butuh anggaran,” lanjutnya.

Hal senada juga diutarakan salah seorang Perwakilan Bapedalda Aceh, Elsa, dalam arahannya menyebutkan “Sebenarnya banyak potensi yang bisa kita gali, artinya dari asil olahan limbah tinja banyak sekali manfaatnya,” kata Elsa.

Ia mencontohkan, setelah limba tinja ini kita sedot dari septitank masyarakat Kutacane, di Unit IPLT ini terlebih dahulu kita endapkan di sejumlah kolam stabilisasi IPLT ini yang memiliki daya tampung hingga 400.000 meter kubik selama beberapa hari, sebelum diuraikan menjadi pupuk, dan gas. [RH]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here