Pusat data atau data center menjadi target serangan baru dalam konflik yang terjadi di 2026. Fasilitas pusat data milik Amazon Web Services (AWS) di Uni Emirat Arab (UEA) terbakar hebat setelah diserang oleh sejumlah “benda asing”. Insiden ini mengakibatkan terputusnya aliran listrik dan gangguan layanan digital di kawasan tersebut, menegaskan bahwa infrastruktur teknologi pun rentan terhadap dampak konflik fisik. Serangan terjadi saat kawasan Teluk diserang oleh pesawat nirawak (drone) dan rudal dari Iran.
Meskipun Amazon tidak secara langsung menyebutkan serangan militer sebagai penyebabnya, waktu kejadian yang bersamaan membuktikan bahwa aset teknologi kini menjadi target dalam konflik modern. Terjadi pergeseran target dari fasilitas minyak ke infrastruktur data, mengingat pentingnya data dalam era kecerdasan buatan (AI). Uni Emirat Arab telah menjadi pusat global untuk AI, menjadi tempat bagi mesin-mesin canggih yang mengoperasikan layanan seperti ChatGPT.
