Sunday, March 15, 2026

Banjir Susulan di Pidie Jaya: Sungai Surut, Dampak dan Penanganan

Share

Banjir di Kabupaten Pidie Aceh Surut Pasca Meluapnya Sungai Krueng Meureudu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Aceh, Provinsi Aceh, melaporkan bahwa banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Krueng Meureudu telah mulai berangsur surut. Kejadian banjir ini terjadi pada Sabtu malam dan saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Menurut Pelaksana Harian Kepala BPBD Kabupaten Pidie Jaya, Okta Handipa, banjir terjadi karena Sungai Krueng Meureudu meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi di bagian hulu sungai tersebut. Kali ini, banjir yang terjadi tidak membawa lumpur seperti banjir bandang pada tahun 2025, namun menyebabkan genangan air dengan ketinggian mencapai satu setengah meter di sejumlah desa di sepanjang Sungai Krueng Meureudu.

Selain meluapnya sungai, tanggul di sekitar area tersebut juga jebol akibat tingginya volume air yang mengalir. Beberapa desa yang terdampak antara lain Gampong Blang Awe, Gampong Seunong, Gampong Pante Beureune, Gampong Dayah Usien, dan Gampong Beringin. Meskipun ada banjir, tidak ada laporan warga yang mengungsi karena sebagian warga masih berada dalam pengungsian sejak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Banjir kali ini tidak menyebabkan keadaan darurat, namun tetap memberikan dampak bagi beberapa wilayah terdampak.

Okta Handipa mengatakan bahwa BPBD terus memantau perkembangan banjir di Kabupaten Pidie Aceh dan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir. Hal ini menjadi upaya BPBD untuk memastikan keselamatan warga dan mengurangi dampak negatif dari banjir yang terjadi. Dengan kondisi banjir yang mulai surut, diharapkan situasi di sekitar Sungai Krueng Meureudu dapat kembali normal dan warga dapat kembali ke aktivitas sehari-hari tanpa hambatan yang signifikan.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru