BANDA ACEH – Setiap hari Kota Banda Aceh menghasilkan sekitar 180 ton sampah. Dari jumlah itu hanya sekitar 15 ton yang mampu didaur-ulang dan tidak diangkut ke Tempat Penampungan Akhir (TPA).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh, Jalaluddin, Rabu, 30 November 2016 saat penyerahan penghargaan kepada 16 petugas kebersihan terbaik di areal parkir armada DK3 Banda Aceh.

DK3 juga memberikan penghargaan kepada gampong dan sekolah terbersih. Penyerahan hadiah turut dilakukan Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah, Asisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banda Aceh yang mewakili Plt Wali Kota Hasanuddin, dan Kepala DK3 Jalaluddin.

Selain 16 petugas kebersihan terbaik, pada kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada 14 pegawai DK3 Banda Aceh yang sudah memasuki usia pensiun. Adapun predikat Gampong Terbersih diraih oleh Gampong Bandar Baru (Juara I), Gampong Lamteh (Juara II), dan Gampong Ateuk Jawo (Juara III). Sementara Sekolah Terbersih yakni SDN 24 (Juara I), SDN 2 (Juara II), dan SMAN 11 (Juara III).

Jalaluddin menuturkan, ajang pemberian penghargaan tersebut merupakan kegiatan rutin yang diadakan pihaknya. Tujuan utamanya untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang mandiri dalam pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Tahun ini ada 19 gampong yang secara rutin kita beri sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dengan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pelatihan maupun pembinaan terkait perawatan dan pengelolaan lingkungan juga kita berikan di sekolah-sekolah. Tahun ini kita fokuskan pada 10 sekolah tingkat TK,” jelasnya.

Menurut Jalaluddin, 15 tn sampah yang mampu dipilah untuk didaur ulang dan tidak diangkut ke TPA masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah sampah per hari di Banda Aceh yang mencapai 180 ton.

“Menjaga kebersihan dan merawat kota tidak mutlak tugas pemerintah. Peran warga, pihak swasta termasuk perusahaan-perusahaan dengan dana CSR-nya sangat penting untuk untuk membantu pengelolaan sampah,” lanjutnya.

Jalaluddin berharap agar DPRK Banda Aceh memperjuangkan kenaikan upah bagi pekerja kebersihan pada tahun anggaran 2017 nanti. “Harapan kami agar dapat disesuaikan dengan UMR mengingat beratnya beban dan risiko kerja para petugas kebersihan. Kami mohon kepada Pak Asisten dan Ketua DPRK, agar kenaikan upah pekerja kebersihan bisa dialokasikan pada 2017 mendatang,” harapnya.

Di tempat yang sama, Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gusmeri mengharapkan reward ini dapat menambah semangat bagi penerima untuk lebih meningkatkan kinerjanya dalam menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan.

“Berbagai prestasi dan keberhasilan yang kita dapatkan adalah berkat anugerah Allah dan usaha serta kerja keras semua pihak, teristimewa para pekerja kebersihan, dan sebahagian dari mereka adalah yang menerima reward pada hari ini. Diperlukan kerja sama menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan, agar kota ini menjadi kota yang nyaman dan sehat untuk semua,” ujarnya.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here