BANDA ACEH – Atase militer 21 negara yang tergabung dalam delegasi Military Attache (Milat) Tour, Senin malam, 5 Agustus 2019 diterima Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di rumah dinasnya.

Rombongan atase militer itu diantaranya berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Perancis, Spanyol, Brazil, Australia, Jepang, Korea Selatan, Srilanka, Malaysia, Singapura, dan Papua Nugini.

Rombongan atase militer itu dipimpin oleh Kolonel Dominic Bulungol berasal Atase Pertahanan Negara Papua Nugini. Total peserta Milat Tour 2019 berjumlah 53 orang yang terdiri 28 atase militer dari 21 negara sahabat dan turut didampingi oleh tim dari Mabes TNI.

Mereka dijamu dengan aneka makanan khas Aceh mulai dari Bu Kulah, Udeung Teuphep, Mie Aceh, hingga Kerupuk Mulieng. Mereka juga disambut dengan tarian tradisional Tarek Pukat dan Rapai Geleng.

Kesempatan langka itu dimanfaatkan oleh Aminullah untuk mempromosikan segala potensi dan kelebihan kota. “Banda Aceh adalah kota perdagangan dan jasa, kedatangan anda semua, para atase militer dari negara sahabat tentu akan semakin menambah koneksi kami dalam memperluas jaringan pariwisata Banda Aceh,” kata Aminullah Usman.

Menurutnya, orisinalitas suasana kotanya, adat istiadat, dan seni budayanya plus penerapan syariat Islam, menjadi nilai jual Banda Aceh yang tak dimiliki daerah lain. “Destinasi wisatanya pun komplet; ada Masjid Raya Baiturrahman, Museum MRB, Museum Tsunami, replika Pesawat RI 001 Seulawah, hingga Peucut Kerkhof -makam para serdadu Belanda.”

Sementara itu, perwakilan dari Mabes TNI Kolonel Pnb Untung Suropati menjelaskan kunjungan para atase pertahanan dari negara sahabat itu bertujuan untuk memperkenalkan aneka ragam budaya yang ada Indonesia. “Tahun ini delegasi Milat Tour memilih Banda Aceh dan Sabang,” jelasnya.

Sementara itu Kolonel Dominic Bulungol mengungkapkan pihaknya sengaja memilih mengunjungi Banda Aceh untuk mempelajari proses penyelesaian konflik bersenjata antara RI dan GAM pasca tsunami 2004. “Kami menilai progresnya cukup bagus.”

Ia juga mengapresiasi Wali Kota Aminullah yang dinilai berhasil membangun Banda Aceh selama ini. “Perkembangan dan kemajuan Banda Aceh menurut saya luar biasa. Dibandingkan kota lain di Indonesia, Banda Aceh ini lebih menarik, beda, dan unik. Kulinernya enak dan tariannya membuat kami takjub. Terima kasih Pak Wali atas jamuan malam ini,” katanya.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here