Tuesday, April 21, 2026

AS Bawa Kabur Benda Ini ke Luar Angkasa: Kisah Menegangkan Dari Iran

Share

Konflik di Timur Tengah telah mempercepat pengiriman benda ke luar angkasa. Google, Amazon, dan perusahaan teknologi Tiongkok terdorong untuk segera membangun infrastruktur data di wilayah yang tidak terduga akibat ketidakstabilan tersebut. Serangan drone Iran pada tiga pusat data AWS di Uni Emirat Arab pada awal Maret menyebabkan gangguan layanan cloud, yang berdampak pada ribuan pedagang dan sektor lainnya. Hal ini menandai serangan militer langsung pertama kali pada penyedia komputasi awan skala besar.
Peristiwa ini memberikan pukulan bagi ambisi negara-negara Timur Tengah untuk menjadi pusat AI global. Namun, perusahaan teknologi besar semakin bertekad untuk mencari lokasi infrastruktur komputasi di luar jangkauan serangan darat. Google mengumumkan proyek SolarCatch pada November 2025, dimana mereka berencana membangun jaringan satelit dengan chip TPU khusus untuk mengatasi keterbatasan daya dan pendinginan. Google akan bermitra dengan Planet untuk meluncurkan satelit prototipe.
Selain itu, Blue Origin milik Jeff Bezos juga dikabarkan diam-diam mengembangkan pusat data di luar angkasa. Bezos memprediksi bahwa dalam 10-20 tahun ke depan, manusia akan membangun pusat data besar di luar angkasa. Hal ini menunjukkan tren baru dalam pengembangan infrastruktur data di era digital ini.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru