Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh bekerjasama dengan Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) dalam percepatan pendataan lapangan wilayah terdampak bencana di Aceh. Sebanyak 270 mahasiswa Polstat STIS akan terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Polstat STIS Tahun 2026. Para mahasiswa diterjunkan ke beberapa wilayah di Aceh, antara lain Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya untuk menghasilkan data rinci sebagai dasar perencanaan pemulihan pascabencana.
Abd. Hakim selaku Plh Kepala BPS Provinsi Aceh menyambut kedatangan mahasiswa Polstat STIS yang merupakan bagian dari total 510 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman lapangan ini sangat berharga bagi mahasiswa karena selain sebagai sarana pembelajaran praktis, juga membentuk sikap profesional dan tanggung jawab di dunia kerja. Kegiatan ini menjadikan BPS aktif dalam menyediakan data pascabencana yang dapat dipertanggungjawabkan, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
Pendataan dilakukan pada 15 hingga 26 Januari 2026 oleh mahasiswa Polstat STIS bersama pegawai BPS, dengan mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, serta infrastruktur yang rusak. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan bertugas dengan penuh tanggung jawab dan melakukan yang terbaik dalam setiap amanah yang diberikan. Semua kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi BPS dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
