Petani di Simeulue Terpaksa Tunda Penanaman Padi Akibat Kekeringan
Para petani di Desa Lataling, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Aceh, mengalami kesulitan dalam memulai masa tanam akibat musim kemarau yang membuat lahan pertanian mengeras.
Menunggu Hujan Datang
Marni (48), seorang petani di desa tersebut, menyampaikan bahwa kekeringan telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Lahan pertanian sudah kering dan retak, menyulitkan proses penanaman padi yang seharusnya dilakukan saat ini.
“Untuk sementara, kami harus menunda penanaman padi karena sulit mengolah lahan yang keras akibat kekeringan,” ujar Marni.
Upaya Atasi Kekeringan
Kepala Desa Lataling, Rajuin, telah berupaya untuk mendapatkan bantuan pembuatan saluran irigasi yang memadai di desa tersebut. Namun, usulan tersebut belum terealisasi hingga saat ini.
Rajuin mengungkapkan, “Lahan sawah kami hanya bisa diolah setelah hujan turun, namun saat kemarau kami terpaksa menunda hingga ada pasokan air yang cukup.”
Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Kasirman, menyatakan pihaknya membantu petani menghadapi kekeringan dengan bantuan mesin pompa dan pembangunan embung di hulu sawah. Pemerintah juga terus memberikan bantuan peralatan pertanian modern dan pembuatan irigasi.
Kasirman menambahkan bahwa Pemkab Simeulue gencar melakukan upaya untuk meningkatkan sektor pertanian di kabupaten tersebut, termasuk berusaha mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.
