Saturday, September 5, 2026

Aceh: Wilayah Tematik KKI 2026, Dorong UMKM Bangkit

Share

Aceh Jadi Sorotan Karya Kreatif Indonesia 2026

Sebagai salah satu wilayah yang kaya budaya, Aceh menjadi pusat perhatian dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada tanggal 20-23 Agustus 2026 ini menjadi momentum penting bagi UMKM Aceh untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Sinergi untuk Mendorong UMKM Aceh

KKI 2026 memfokuskan tema utama pada “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dengan mengambil Aceh sebagai wilayah tematik. Hal ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang diperlukan untuk mendukung perkembangan ekonomi UMKM. Segala upaya dipusatkan pada semangat “Beudaya Meusare-Sare” yang mengajak untuk bersama-sama membangun kesuksesan.

Pada acara pembukaan, hadir Ketua Dekranas Aceh, Marlina Usman, beserta sejumlah tokoh penting lainnya termasuk perwakilan dari Bank Indonesia. Kehadiran mereka di KKI 2026 berarti dukungan nyata untuk mengangkat potensi UMKM Aceh dan memperluas jangkauan pasar.

Berbicara mengenai pemilihan Aceh sebagai wilayah tematik, Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasari oleh kekayaan budaya dan kreativitas yang dimiliki oleh Aceh. Momentum ini diharapkan dapat menghidupkan kembali perekonomian lokal dan menegaskan kembali eksistensi UMKM di Tanah Rencong.

Marlina Usman juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada UMKM Aceh. KKI 2026 menjadi kesempatan emas bagi para pelaku usaha lokal untuk menunjukkan keunggulan produknya dan bersaing di pasar yang semakin ketat.

Di tengah semangat Beudaya Meusare-Sare, Marlina mendorong semua pengrajin dan pelaku UMKM Aceh untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar secara global. Dengan kerja sama dan kolaborasi yang kuat, produk-produk lokal seperti wastra, kriya, dan kuliner dapat terus bersinar dengan nilai jual yang tinggi.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru